Kamis, 21 Mei 2026

MGMP IPA MEI 2026

SRESEH – Menjelang penghujung semester genap, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP Kabupaten Sampang sukses menggelar pertemuan rutin terakhir untuk semester ini. Bertempat di SMPN 1 Sreseh pada Kamis, 21 Mei 2026, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para guru IPA di Kabupaten Sampang untuk meng-upgrade kompetensi melalui dua agenda besar: Bimtek Kepenulisan Buku Antologi dan Berbagi Praktik Baik (Best Practice).



Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMPN 1 Sreseh, Bapak Sukamto, S.Pd., MM. Beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi MGMP IPA dalam menggelar program-program yang berfokus pada peningkatan kompetensi guru.

"Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi ajang berbagi dan menginspirasi semua guru, sehingga ilmu yang didapat bisa langsung diimplementasikan dalam tugas keguruan di sekolah masing-masing," tutur Bapak Sukamto.

Ketua MGMP IPA Kab. Sampang juga menambahkan bahwa fokus kegiatan kali ini sengaja diarahkan pada produk nyata berupa buku antologi bersama serta mengadopsi inovasi pembelajaran dari guru berprestasi.

1. Bimtek Buku Antologi: "Jejak Pengabdian di Ruang Kelas"

Dipandu oleh narasumber hebat, Ibu Denok Setyowati, S.Pd., M.Pd., sesi ini membakar semangat para guru untuk mulai menulis. Ibu Denok menekankan bahwa menulis bukanlah sekadar aktivitas akademik, melainkan media refleksi dan dokumentasi pengalaman berharga seorang guru.

Poin Penting Menulis:

  • Menulis dimulai dari ide sederhana.

  • Jangan tunggu sempurna, tulis saja dulu pada draft pertama.

  • Konsistensi jauh lebih penting daripada menunggu inspirasi datang.

Tema & Ketentuan Penulisan

Dalam Bimtek ini, MGMP IPA Kab. Sampang sepakat akan menerbitkan buku antologi bersama dengan tema besar “Jejak Pengabdian di Ruang Kelas”. Para guru dapat memilih beberapa subtema menarik, seperti kisah inspiratif bersama murid, inovasi pembelajaran, tantangan dunia pendidikan, hingga refleksi emosional guru.

Untuk menyamakan persepsi, berikut adalah ketentuan teknis naskah yang disepakati:

  • Jenis Tulisan: Esai Reflektif Naratif (Populer)

  • Panjang Tulisan: 1000–1500 kata

  • Format: Font Bookman Old Style 12, Spasi 1.5, Ukuran Kertas UNESCO (155 x 230 mm), Margin Normal.

  • Sifat: Orisinal (bukan plagiasi) dan komunikatif.

Tindak Lanjut: Proses pembimbingan akan dilanjutkan secara intensif melalui grup WhatsApp, dengan target pengumpulan naskah dicicil setiap hari Sabtu dalam satu pekan.

2. Berbagi Praktik Baik: Siswa Jadi Content Creator Pendidikan

Sesi kedua tidak kalah seru dengan hadirnya Bapak Budi Astomo, S.Pd. (Juara 2 Lomba Inovasi Guru Kab. Sampang) sebagai narasumber. Beliau membagikan inovasi pembelajaran yang sangat relevan dengan Gen-Z, yaitu menyulap siswa menjadi content creator pendidikan.

Bapak Budi menjelaskan bahwa daripada menjauhkan siswa dari media digital, guru justru bisa mengarahkannya untuk membuat konten edukasi (seperti video penjelasan, podcast, atau video ala TikTok/Reels).

4 Tahapan Pelaksanaan di Kelas:

  1. Tahap Memantik: Guru memutarkan video edukasi singkat dari media sosial sebagai apersepsi dan menantang siswa, "Hari ini kalian bukan hanya belajar materi, tetapi menjadi guru kecil dan content creator."

  2. Tahap Eksplorasi: Siswa berdiskusi kelompok untuk mendalami materi. “Seseorang akan lebih memahami ketika mampu menjelaskan kembali kepada orang lain,” jelas Pak Budi.

  3. Tahap Produksi: Siswa menyusun naskah, berlatih public speaking, mengambil video, hingga editing sederhana menggunakan aplikasi di smartphone.

  4. Tahap Publikasi: Hasil karya ditayangkan di kelas dan diunggah di media sekolah/kanal pembelajaran.

Dampak Nyata pada Siswa

Praktik baik ini terbukti memberikan dampak yang luar biasa di kelas, di antaranya:

  • Peningkatan Pemahaman: Siswa lebih mudah mengingat konsep karena belajar dengan metode learning by doing (memahami --> menyusun --> menjelaskan -->  merekam).

  • Melejitnya Keberanian Public Speaking: Siswa yang awalnya pemalu dan takut salah, kini lebih berani berbicara runtut dan percaya diri di depan kamera.

  • Penguatan Soft Skills: Mengasah kerja sama tim, kreativitas, literasi digital, dan kemampuan problem solving.

Penutup dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan yang berlangsung produktif ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Budi Astomo, S.Pd. Melalui pertemuan ini, MGMP IPA Kabupaten Sampang berkomitmen untuk mengintegrasikan proyek content creator ini di berbagai sekolah dan mengagendakan pameran festival karya video pembelajaran siswa di masa mendatang.

Sampai jumpa di kegiatan MGMP IPA berikutnya! Tetap semangat bergerak, berbagi, dan menginspirasi!

Administrasi Kegiatan MGMP dapat diunduh pada tautan tautan berikut :

SURAT UNDANGAN

DAFTAR HADIR MGMP

NOTULENSI KEGIATAN

FOTO KEGIATAN

SERTIFIKAT 

AKUN TIKTOK

HASIL MGMP MEI

Jumat, 17 April 2026

MGMP IPA APRIL 2026

Transformasi Kelas IPA: Dari Animasi AI hingga Kolaborasi Public Speaking


Pertemuan rutin MGMP IPA yang dilaksanakan pada hari Kamis, 16 April 2026 di SMPS Nazhatut Thulab berlangsung dengan penuh semangat inovasi
. Tidak sekadar kumpul rutin, pertemuan kali ini menjadi wadah "upgrade" skill digital dan berbagi strategi mengajar yang segar.

Penasaran apa saja keseruannya? Yuk, kita simak rangkumannya!

1. Guru IPA Jadi "Animator": Menyulap Materi dengan AI

Salah satu sorotan utama adalah sesi pelatihan pembuatan video animasi yang dibawakan oleh Ibu Risqi Fajriana. Di era digital ini, kita ditantang untuk menyajikan materi abstrak menjadi lebih visual dan menyenangkan bagi siswa.

Beliau membedah langkah demi langkah penggunaan teknologi masa depan:

  • Penyusunan Prompt yang Cerdas: Guru belajar membuat instruksi teks yang spesifik dan kontekstual untuk memvisualisasikan konsep IPA.

  • Visualisasi dengan Gemini Pro: Mengubah teks menjadi gambar ilustratif (karakter dan latar) yang sesuai dengan kebutuhan materi.

  • Hidupkan Gambar dengan Google Flow: Gambar-gambar tersebut kemudian dirangkai menjadi video animasi lengkap dengan transisi, teks penjelasan, hingga narasi suara (voice over).

Hasilnya? Video pembelajaran yang tidak hanya interaktif, tapi juga efektif meningkatkan minat belajar dan mendukung pembelajaran berdiferensiasi.

2. Bukan Sekadar Teori: Melatih Kepercayaan Diri Lewat Kolaborasi

Selain teknologi, Bapak Kusyairi membagikan "Best Practice" tentang pentingnya kolaborasi lintas mata pelajaran. Beliau menekankan bahwa guru IPA tidak harus berjuang sendirian untuk meningkatkan keterampilan siswa.

Melalui proyek presentasi ilmiah sederhana, terjadi kolaborasi apik antara IPA dan Bahasa Indonesia:

  • Guru IPA fokus membimbing penguasaan konten dan isi materi ilmiah.

  • Guru Bahasa Indonesia mengasah teknik bicara dan penyusunan bahasa siswa.

Strategi ini terbukti ampuh membuat siswa lebih berani berbicara di depan umum dan mampu menyampaikan hasil eksperimen dengan bahasa yang komunikatif. Sebuah langkah nyata untuk membangun keterampilan Abad 21 pada siswa kita!.

Semangat Berbagi, Semangat Menginspirasi

Kegiatan yang dibuka oleh Ketua Yayasan SMPS Nazhatut Thulab ini memberikan pesan kuat: jadikan MGMP sebagai sarana berbagi praktik baik. Terutama bagi rekan-rekan guru dari sekolah swasta, kehadiran aktif Anda sangat diharapkan untuk kemajuan bersama.

Mari kita implementasikan ilmu baru ini di sekolah masing-masing agar pembelajaran IPA semakin bermakna dan kontekstual.

Sampai jumpa di pertemuan MGMP berikutnya! Salam Literasi Sains!

Administrasi Kegiatan MGMP dapat diunduh pada tautan tautan berikut :

SURAT UNDANGAN

DAFTAR HADIR MGMP

NOTULENSI KEGIATAN

FOTO KEGIATAN

SERTIFIKAT PB

AKUN TIKTOK


Kamis, 05 Februari 2026

MGMP IPA FEBRUARI 2026

 

NOTULEN KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS (BIMTEK)

Hari/Tanggal              : Kamis, 5 Februari 2026
Waktu                          : 08.00 WIB – selesai
Tempat                       : SMPN 3 Sampang
Kegiatan                    :

Bimbingan Teknis Pengembangan Project dan Teknologi Sederhana Berbasis STEAM–ESD dalam Pembelajaran IPA SMP

A. Penyelenggara

MGMP IPA Kabupaten Sampang bekerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya

B. Peserta

Guru IPA SMP se-Kabupaten Sampang

C. Pihak yang Hadir

  1. Ketua Program Studi S2 Pendidikan Sains
    Prof. Dr. Eko Hariyono, S.Pd., M.Pd.
  2. Pengurus MGMP IPA Kabupaten Sampang
  3. Guru IPA SMP se Kabupaten Sampang

 

D. Rangkaian Kegiatan

  1. Pembukaan
    • Acara dibuka oleh MC dengan salam dan penghormatan kepada seluruh tamu undangan.
  2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
    • Seluruh peserta dan tamu undangan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmat.

3.     Sambutan Ketua MGMP IPA Kabupaten Sampang

o   Disampaikan oleh Achsin Bawono Yudho, S.Si.

o   Menyampaikan rasa terima kasih atas antusias guru IPA di Kabupaten Sampang dalam mengikuti kegiatan BIMTEK, dan kepada pihak UNESA yang berkomitmen untuk terus mendampingi guru-guru IPA di Sampang dalam meningkatkan kompetensinya.

4.     Sambutan Ketua Program Studi S2 Pendidikan Sains

    • Disampaikan oleh Prof. Dr. Eko Hariyono, S.Pd., M.Pd.
    • Menyampaikan apresiasi atas antusias guru IPA di Kabupaten Sampang dan berkomitmen untuk terus memfasilitasi guru-guru IPA yang ingin meningkatkan kompetensinya terutama dalam menempuh pendidikan Magister di Pendidikan Sains UNESA.
  1. Praktik Baik

a.   Integrasi STEAM-ESD pada PJBL Hukum III Newton

o    Disampaikan IStiqomah Amalia, M.Pd

Hukum Newton III (Aksi–Reaksi)

Hukum Newton III menyatakan bahwa:

Setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang besarnya sama, segaris, tetapi berlawanan arah.

Artinya, ketika suatu benda memberikan gaya pada benda lain (aksi), benda kedua akan memberikan gaya balik yang sama besar namun berlawanan arah (reaksi). Kedua gaya ini tidak saling meniadakan karena bekerja pada dua benda yang berbeda.

Contoh Hukum Newton III dalam Kehidupan Sehari-hari

·         Saat berjalan, kaki mendorong tanah ke belakang (aksi), tanah mendorong kaki ke depan (reaksi).

·         Roket melontarkan gas ke bawah (aksi), gas mendorong roket ke atas (reaksi).

·         Pompa hidrolik atau alat pertanian, tekanan yang diberikan menghasilkan gaya balik yang sama besar pada sistem.

 

Penerapan PJBL pada Hukum Newton III

Dalam Project Based Learning, siswa mempelajari Hukum Newton III melalui proyek nyata yang menuntut keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

Fokus PJBL:

·         Mengamati fenomena aksi–reaksi

·         Mendesain dan membuat produk

·         Menguji konsep melalui eksperimen

Contoh Proyek PJBL

·         Membuat model roket balon

·         Merancang alat semprot air / pompa sederhana

·         Membuat mobil balon berbasis gaya dorong

Melalui proyek tersebut, siswa dapat membuktikan bahwa besar gaya aksi selalu sama dengan gaya reaksi, meskipun arah dan benda yang terlibat berbeda.

Kesimpulan

Hukum Newton III menjelaskan hubungan gaya antara dua benda yang saling berinteraksi. Melalui pendekatan PJBL, siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan, menganalisis, dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata.

b.      Integrasi STEAM-ESD pada PJBL Alat Penyaringan Air

o   Disampaikan Badrut Tamam, S.Pd

Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia. Namun, tidak semua sumber air dapat langsung digunakan karena mengandung kotoran, lumpur, atau zat pencemar. Oleh karena itu, diperlukan proses penyaringan air untuk meningkatkan kualitas air agar lebih layak digunakan.
Melalui pendekatan Project Based Learning (PJBL), siswa diajak untuk memahami konsep penyaringan air sekaligus menerapkannya dalam bentuk proyek nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pengertian Penyaringan Air

Penyaringan air (filtrasi) adalah proses pemisahan zat padat atau kotoran dari air dengan menggunakan media penyaring tertentu. Media penyaring bekerja dengan cara menahan partikel kotoran sementara air dapat melewatinya.

Prinsip Ilmiah Penyaringan Air

Penyaringan air memanfaatkan beberapa prinsip IPA, antara lain:

1.              Filtrasi → pemisahan partikel padat dari cairan

2.              Gravitasi → air mengalir dari tempat tinggi ke rendah

3.              Ukuran partikel → media dengan pori berbeda menyaring kotoran bertahap

4.              Adsorpsi → arang menyerap bau dan warna pada air

Media Penyaring Air

Media yang umum digunakan dalam penyaringan air sederhana:

·                 Kerikil → menahan kotoran berukuran besar

·                 Pasir → menyaring partikel halus

·                 Arang → menghilangkan bau dan warna

·                 Kapas / kain → penyaringan akhir agar air lebih jernih

PJBL dalam Proyek Penyaringan Air

Dalam model PJBL, siswa bekerja secara berkelompok untuk:

·                 Mengidentifikasi masalah air kotor

·                 Merancang alat penyaring air sederhana

·                 Membuat dan menguji alat

·                 Menganalisis hasil penyaringan

·                 Mempresentasikan hasil proyek

Contoh Proyek

Judul Proyek:
Membuat Alat Penyaring Air Sederhana dari Bahan Sehari-hari

Tujuan Proyek:

·                 Mengetahui proses penyaringan air

·                 Membuktikan fungsi berbagai media penyaring

·                 Melatih keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah

Bahan:
Botol bekas, kerikil, pasir, arang, kapas, air kotor

Manfaat Pembelajaran PJBL

Melalui proyek penyaringan air, siswa dapat:

·                 Memahami konsep IPA secara nyata

·                 Melatih keterampilan berpikir kritis dan kreatif

·                 Menumbuhkan sikap peduli lingkungan

·                 Mengembangkan kerja sama dan komunikasi

Kesimpulan

Penyaringan air merupakan penerapan konsep IPA yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan Project Based Learning, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mampu menerapkan ilmu untuk menyelesaikan permasalahan nyata di lingkungan sekitar.

c.   Integrasi STEAM-ESD pada PJBL Hukum Pascal

o   Disampaikan Denok Setyowati, S.Pd., M.Pd

Pompa Hidrolik Alat Pertanian (Hukum Pascal)

Hukum Pascal menyatakan bahwa:

Tekanan yang diberikan pada fluida dalam ruang tertutup akan diteruskan sama besar ke segala arah.

Prinsip ini dimanfaatkan pada pompa hidrolik, yaitu alat yang dapat memperbesar gaya sehingga pekerjaan berat menjadi lebih ringan.

Prinsip Kerja Pompa Hidrolik

Pompa hidrolik bekerja menggunakan zat cair (misalnya air atau oli) yang berada dalam sistem tertutup. Ketika gaya diberikan pada piston kecil, tekanan tersebut diteruskan ke piston besar, sehingga menghasilkan gaya yang lebih besar.

Secara sederhana:

·     Tekanan (P) = Gaya (F) / Luas penampang (A)

·     Jika luas piston besar lebih besar, maka gaya yang dihasilkan juga lebih besar

Penerapan pada Alat Pertanian

Dalam bidang pertanian, prinsip Hukum Pascal diterapkan pada:

·     Dongkrak hidrolik untuk mengangkat alat berat

·     Pompa hidrolik pengangkat bajak

·     Sistem hidrolik traktor

·     Alat pengangkat hasil panen

Pompa hidrolik membantu petani bekerja lebih efisien dan menghemat tenaga.

PJBL pada Pompa Hidrolik

Melalui Project Based Learning, siswa belajar dengan membuat dan menguji model pompa hidrolik sederhana dari bahan yang mudah ditemukan.

Fokus kegiatan PJBL:

·     Mengamati prinsip tekanan pada fluida

·     Merancang alat pompa hidrolik

·     Membuat model dan mengujinya

·     Menganalisis hubungan gaya dan luas penampang

Contoh Proyek

Judul Proyek:
Membuat Pompa Hidrolik Sederhana untuk Alat Pertanian

Tujuan Proyek:

·     Membuktikan kebenaran Hukum Pascal

·     Menjelaskan cara kerja pompa hidrolik

·     Menunjukkan manfaatnya bagi alat pertanian

Kesimpulan

Hukum Pascal menjelaskan bahwa tekanan pada zat cair dapat memperbesar gaya. Melalui pendekatan PJBL, siswa dapat memahami konsep pompa hidrolik secara nyata sekaligus mengaitkannya dengan pemanfaatan teknologi sederhana dalam bidang pertanian.

  1. Penyusunan Program kerja semester gasal tahun ajaran 2025/2026
    • Difasilitasi oleh tim pengurus
    • Merencanakan jadwal kegiatan
    • Merencanakan lomba –lomba untuk siswa
    • Merencanakan pembuatan bulletin MGMP
    • Merencanakan membuat Buku kumpulan praktik baik

F. Penutup

Doa dipimpin Bapak Badrut Tamam, S.Pd

o       Kegiatan Bimbingan Teknis berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme peserta.


Administrasi Kegiatan MGMP dapat diunduh pada tautan tautan berikut :

SURAT UNDANGAN

DAFTAR HADIR MGMP

NOTULENSI KEGIATAN

FOTO KEGIATAN

SERTIFIKAT PB

MATERI PB BU LIA

MATERI PB PAK BADRUT

AKUN TIKTOK

MGMP IPA MEI 2026

SRESEH – Menjelang penghujung semester genap, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP Kabupaten Sampang sukses menggelar pertemuan ru...