Kamis, 05 Februari 2026

MGMP IPA FEBRUARI 2026

 

NOTULEN KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS (BIMTEK)

Hari/Tanggal              : Kamis, 5 Februari 2026
Waktu                          : 08.00 WIB – selesai
Tempat                       : SMPN 3 Sampang
Kegiatan                    :

Bimbingan Teknis Pengembangan Project dan Teknologi Sederhana Berbasis STEAM–ESD dalam Pembelajaran IPA SMP

A. Penyelenggara

MGMP IPA Kabupaten Sampang bekerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya

B. Peserta

Guru IPA SMP se-Kabupaten Sampang

C. Pihak yang Hadir

  1. Ketua Program Studi S2 Pendidikan Sains
    Prof. Dr. Eko Hariyono, S.Pd., M.Pd.
  2. Pengurus MGMP IPA Kabupaten Sampang
  3. Guru IPA SMP se Kabupaten Sampang

 

D. Rangkaian Kegiatan

  1. Pembukaan
    • Acara dibuka oleh MC dengan salam dan penghormatan kepada seluruh tamu undangan.
  2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
    • Seluruh peserta dan tamu undangan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmat.

3.     Sambutan Ketua MGMP IPA Kabupaten Sampang

o   Disampaikan oleh Achsin Bawono Yudho, S.Si.

o   Menyampaikan rasa terima kasih atas antusias guru IPA di Kabupaten Sampang dalam mengikuti kegiatan BIMTEK, dan kepada pihak UNESA yang berkomitmen untuk terus mendampingi guru-guru IPA di Sampang dalam meningkatkan kompetensinya.

4.     Sambutan Ketua Program Studi S2 Pendidikan Sains

    • Disampaikan oleh Prof. Dr. Eko Hariyono, S.Pd., M.Pd.
    • Menyampaikan apresiasi atas antusias guru IPA di Kabupaten Sampang dan berkomitmen untuk terus memfasilitasi guru-guru IPA yang ingin meningkatkan kompetensinya terutama dalam menempuh pendidikan Magister di Pendidikan Sains UNESA.
  1. Praktik Baik

a.   Integrasi STEAM-ESD pada PJBL Hukum III Newton

o    Disampaikan IStiqomah Amalia, M.Pd

Hukum Newton III (Aksi–Reaksi)

Hukum Newton III menyatakan bahwa:

Setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang besarnya sama, segaris, tetapi berlawanan arah.

Artinya, ketika suatu benda memberikan gaya pada benda lain (aksi), benda kedua akan memberikan gaya balik yang sama besar namun berlawanan arah (reaksi). Kedua gaya ini tidak saling meniadakan karena bekerja pada dua benda yang berbeda.

Contoh Hukum Newton III dalam Kehidupan Sehari-hari

·         Saat berjalan, kaki mendorong tanah ke belakang (aksi), tanah mendorong kaki ke depan (reaksi).

·         Roket melontarkan gas ke bawah (aksi), gas mendorong roket ke atas (reaksi).

·         Pompa hidrolik atau alat pertanian, tekanan yang diberikan menghasilkan gaya balik yang sama besar pada sistem.

 

Penerapan PJBL pada Hukum Newton III

Dalam Project Based Learning, siswa mempelajari Hukum Newton III melalui proyek nyata yang menuntut keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

Fokus PJBL:

·         Mengamati fenomena aksi–reaksi

·         Mendesain dan membuat produk

·         Menguji konsep melalui eksperimen

Contoh Proyek PJBL

·         Membuat model roket balon

·         Merancang alat semprot air / pompa sederhana

·         Membuat mobil balon berbasis gaya dorong

Melalui proyek tersebut, siswa dapat membuktikan bahwa besar gaya aksi selalu sama dengan gaya reaksi, meskipun arah dan benda yang terlibat berbeda.

Kesimpulan

Hukum Newton III menjelaskan hubungan gaya antara dua benda yang saling berinteraksi. Melalui pendekatan PJBL, siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan, menganalisis, dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata.

b.      Integrasi STEAM-ESD pada PJBL Alat Penyaringan Air

o   Disampaikan Badrut Tamam, S.Pd

Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia. Namun, tidak semua sumber air dapat langsung digunakan karena mengandung kotoran, lumpur, atau zat pencemar. Oleh karena itu, diperlukan proses penyaringan air untuk meningkatkan kualitas air agar lebih layak digunakan.
Melalui pendekatan Project Based Learning (PJBL), siswa diajak untuk memahami konsep penyaringan air sekaligus menerapkannya dalam bentuk proyek nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pengertian Penyaringan Air

Penyaringan air (filtrasi) adalah proses pemisahan zat padat atau kotoran dari air dengan menggunakan media penyaring tertentu. Media penyaring bekerja dengan cara menahan partikel kotoran sementara air dapat melewatinya.

Prinsip Ilmiah Penyaringan Air

Penyaringan air memanfaatkan beberapa prinsip IPA, antara lain:

1.              Filtrasi → pemisahan partikel padat dari cairan

2.              Gravitasi → air mengalir dari tempat tinggi ke rendah

3.              Ukuran partikel → media dengan pori berbeda menyaring kotoran bertahap

4.              Adsorpsi → arang menyerap bau dan warna pada air

Media Penyaring Air

Media yang umum digunakan dalam penyaringan air sederhana:

·                 Kerikil → menahan kotoran berukuran besar

·                 Pasir → menyaring partikel halus

·                 Arang → menghilangkan bau dan warna

·                 Kapas / kain → penyaringan akhir agar air lebih jernih

PJBL dalam Proyek Penyaringan Air

Dalam model PJBL, siswa bekerja secara berkelompok untuk:

·                 Mengidentifikasi masalah air kotor

·                 Merancang alat penyaring air sederhana

·                 Membuat dan menguji alat

·                 Menganalisis hasil penyaringan

·                 Mempresentasikan hasil proyek

Contoh Proyek

Judul Proyek:
Membuat Alat Penyaring Air Sederhana dari Bahan Sehari-hari

Tujuan Proyek:

·                 Mengetahui proses penyaringan air

·                 Membuktikan fungsi berbagai media penyaring

·                 Melatih keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah

Bahan:
Botol bekas, kerikil, pasir, arang, kapas, air kotor

Manfaat Pembelajaran PJBL

Melalui proyek penyaringan air, siswa dapat:

·                 Memahami konsep IPA secara nyata

·                 Melatih keterampilan berpikir kritis dan kreatif

·                 Menumbuhkan sikap peduli lingkungan

·                 Mengembangkan kerja sama dan komunikasi

Kesimpulan

Penyaringan air merupakan penerapan konsep IPA yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan Project Based Learning, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mampu menerapkan ilmu untuk menyelesaikan permasalahan nyata di lingkungan sekitar.

c.   Integrasi STEAM-ESD pada PJBL Hukum Pascal

o   Disampaikan Denok Setyowati, S.Pd., M.Pd

Pompa Hidrolik Alat Pertanian (Hukum Pascal)

Hukum Pascal menyatakan bahwa:

Tekanan yang diberikan pada fluida dalam ruang tertutup akan diteruskan sama besar ke segala arah.

Prinsip ini dimanfaatkan pada pompa hidrolik, yaitu alat yang dapat memperbesar gaya sehingga pekerjaan berat menjadi lebih ringan.

Prinsip Kerja Pompa Hidrolik

Pompa hidrolik bekerja menggunakan zat cair (misalnya air atau oli) yang berada dalam sistem tertutup. Ketika gaya diberikan pada piston kecil, tekanan tersebut diteruskan ke piston besar, sehingga menghasilkan gaya yang lebih besar.

Secara sederhana:

·     Tekanan (P) = Gaya (F) / Luas penampang (A)

·     Jika luas piston besar lebih besar, maka gaya yang dihasilkan juga lebih besar

Penerapan pada Alat Pertanian

Dalam bidang pertanian, prinsip Hukum Pascal diterapkan pada:

·     Dongkrak hidrolik untuk mengangkat alat berat

·     Pompa hidrolik pengangkat bajak

·     Sistem hidrolik traktor

·     Alat pengangkat hasil panen

Pompa hidrolik membantu petani bekerja lebih efisien dan menghemat tenaga.

PJBL pada Pompa Hidrolik

Melalui Project Based Learning, siswa belajar dengan membuat dan menguji model pompa hidrolik sederhana dari bahan yang mudah ditemukan.

Fokus kegiatan PJBL:

·     Mengamati prinsip tekanan pada fluida

·     Merancang alat pompa hidrolik

·     Membuat model dan mengujinya

·     Menganalisis hubungan gaya dan luas penampang

Contoh Proyek

Judul Proyek:
Membuat Pompa Hidrolik Sederhana untuk Alat Pertanian

Tujuan Proyek:

·     Membuktikan kebenaran Hukum Pascal

·     Menjelaskan cara kerja pompa hidrolik

·     Menunjukkan manfaatnya bagi alat pertanian

Kesimpulan

Hukum Pascal menjelaskan bahwa tekanan pada zat cair dapat memperbesar gaya. Melalui pendekatan PJBL, siswa dapat memahami konsep pompa hidrolik secara nyata sekaligus mengaitkannya dengan pemanfaatan teknologi sederhana dalam bidang pertanian.

  1. Penyusunan Program kerja semester gasal tahun ajaran 2025/2026
    • Difasilitasi oleh tim pengurus
    • Merencanakan jadwal kegiatan
    • Merencanakan lomba –lomba untuk siswa
    • Merencanakan pembuatan bulletin MGMP
    • Merencanakan membuat Buku kumpulan praktik baik

F. Penutup

Doa dipimpin Bapak Badrut Tamam, S.Pd

o       Kegiatan Bimbingan Teknis berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme peserta.


Administrasi Kegiatan MGMP dapat diunduh pada tautan tautan berikut :

SURAT UNDANGAN

DAFTAR HADIR MGMP

NOTULENSI KEGIATAN

FOTO KEGIATAN

SERTIFIKAT PB

MATERI PB BU LIA

MATERI PB PAK BADRUT

AKUN TIKTOK

Kamis, 08 Januari 2026

MGMP IPA JANUARI 2026 PLUS BIMTEK DENGAN UNESA


NOTULEN KEGIATAN BIMTEK


Judul Kegiatan:
Pengembangan Project dan Teknologi Sederhana Berbasis STEAM-ESD dalam Pembelajaran IPA SMP

Hari/Tanggal: Kamis, 8 Januari 2026
Tempat: Auditorium Gedung D1 Lt. 3 FMIPA UNESA
Penyelenggara: MGMP IPA Kabupaten Sampang bekerja sama dengan Prodi S2 Pendidikan Sains UNESA

1. Pembukaan

Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dibuka secara resmi oleh Nor Alam, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan rasa senang atas terjalinnya kerja sama antara MGMP IPA dengan Universitas Negeri Surabaya. Diharapkan kerja sama ini dapat terus berlanjut untuk meningkatkan mutu dan kompetensi guru-guru di Kabupaten Sampang, khususnya dalam pengembangan pembelajaran IPA yang inovatif dan berkelanjutan.

2. Materi I

Kebijakan Pemerintah tentang Pengembangan Project dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam
Pemateri: Fida Rachmadiarti

Materi ini membahas arah kebijakan pemerintah dalam mendorong pembelajaran berbasis proyek sebagai bagian dari pembelajaran mendalam. Pokok-pokok materi meliputi:

  • Pentingnya pembelajaran mendalam (deep learning) untuk membangun kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.
  • Peran project-based learning dalam Kurikulum Nasional sebagai sarana mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
  • Strategi merancang proyek yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.
  • Penilaian autentik dalam pembelajaran proyek yang menekankan proses dan produk.
  • Peran guru sebagai fasilitator dalam membimbing siswa melakukan eksplorasi dan refleksi.

3. Materi II

STEAM-ESD dalam Pembelajaran
Pemateri: Eko Hariyono

Pemateri menjelaskan konsep integrasi STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) dengan Education for Sustainable Development (ESD). Inti materi meliputi:

  • Konsep dasar STEAM-ESD sebagai pendekatan pembelajaran terpadu yang menekankan keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi.
  • Pentingnya menanamkan kesadaran keberlanjutan sejak jenjang SMP melalui pembelajaran IPA.
  • Contoh penerapan STEAM-ESD dalam proyek sederhana yang memanfaatkan teknologi ramah lingkungan.
  • Pengembangan kreativitas siswa melalui integrasi seni dan rekayasa dalam proyek sains.
  • Peran guru dalam merancang pengalaman belajar yang mendorong kepedulian terhadap isu global dan lokal.

4. Materi III

Pengembangan Project dan Teknologi Sederhana Berbasis STEAM-ESD dalam Pembelajaran IPA SMP
Pemateri: Laily Rosdiana

Materi ini berfokus pada praktik pengembangan proyek dan teknologi sederhana yang dapat diterapkan di kelas. Pokok bahasan meliputi:

  • Tahapan merancang proyek berbasis STEAM-ESD yang sesuai dengan karakteristik siswa SMP.
  • Contoh teknologi sederhana (alat peraga dan produk inovatif) yang dapat dikembangkan dari bahan mudah diperoleh.
  • Integrasi proyek dengan capaian pembelajaran IPA.
  • Teknik membimbing siswa dalam kerja kelompok dan presentasi hasil proyek.
  • Refleksi dan evaluasi pembelajaran berbasis proyek untuk perbaikan berkelanjutan.

5. Penandatanganan Kerja Sama

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU kerja sama antara MGMP IPA Kabupaten Sampang dengan Prodi S2 Pendidikan Sains FMIPA UNESA sebagai bentuk komitmen pengembangan profesional guru dan kolaborasi akademik.



Surat Pernyataan Kerja Sama

Draft MOU

6. Penutup

Kegiatan Bimtek ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Badrut Tamam. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta.

Kesimpulan:

Bimtek ini memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi guru IPA SMP dalam mengembangkan pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan STEAM-ESD. Peserta diharapkan dapat mengimplementasikan hasil pelatihan di sekolah masing-masing untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Notulis,
Sekretaris MGMP IPA Kabupaten Sampang


Administrasi Kegiatan MGMP dapat diunduh pada tautan tautan berikut :

SURAT IJIN BIMTEK

DAFTAR HADIR BIMTEK

NOTULENSI KEGIATAN

FOTO KEGIATAN

MATERI BIMTEK

AKUN TIKTOK



MGMP IPA FEBRUARI 2026

  NOTULEN KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS (BIMTEK) Hari/Tanggal               : Kamis, 5 Februari 2026 Waktu                           : 08.0...