Kamis, 22 Oktober 2026

MGMP IPA PLUS OKTOBER 2026

MGMP IPA Kabupaten Sampang Gelar Workshop Pembelajaran IPA Inovatif Berbasis Literasi Sains, Etnosains, STEAM, PjBL, dan ESD/SDGs

SAMPANG — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kabupaten Sampang menyelenggarakan rangkaian workshop pengembangan kompetensi guru pada 15 dan 22 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik untuk mendorong pembelajaran IPA yang kontekstual, inovatif, kolaboratif, serta berorientasi pada penyelesaian masalah nyata di lingkungan peserta didik.

Workshop pertama dilaksanakan pada 15 Oktober 2026 di UPTD SMPN 4 Sampang dengan tema “Menghidupkan Sains dari Lingkungan untuk Pembelajaran IPA Kontekstual, Inovatif, dan Berkelanjutan”. Kegiatan ini membahas literasi sains, etnosains, dan kajian interdisipliner. Selanjutnya, pada 22 Oktober 2026, kegiatan berlanjut dengan pembahasan STEAM, Project Based Learning (PjBL), dan Education for Sustainable Development (ESD) yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Kedua kegiatan tersebut menegaskan pentingnya pembelajaran IPA yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir kritis, menyelidiki fenomena, mengembangkan kreativitas, dan menemukan solusi terhadap persoalan di sekitarnya.

Dukungan terhadap Peningkatan Kompetensi Guru

Pada kegiatan 15 Oktober 2026, Kepala UPTD SMPN 4 Sampang, Yety Maryanata, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah kegiatan MGMP IPA. Ia menekankan pentingnya membawa lingkungan sekitar ke dalam kelas agar pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna.

Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan Program Studi S2 Pendidikan Sains Universitas Negeri Surabaya, Dr. M. Budiyanto, S.Pd., M.Pd., yang menjelaskan jalur pendidikan S2 Pendidikan Sains Unesa, meliputi reguler, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ia menegaskan bahwa pendidikan lanjutan tidak semata-mata bertujuan memperoleh ijazah, tetapi juga meningkatkan kompetensi dan memperluas wawasan keilmuan guru.

Sementara itu, Feri Dharmanu Setia Budi, S.Pd., M.M., selaku Kasi Penyelenggaraan SMP, menyampaikan dukungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang terhadap upaya guru meningkatkan kompetensi dan kualitas pendidikan.

Pada kegiatan 22 Oktober 2026, Ketua MGMP IPA Kabupaten Sampang, Achsin Bawono Yudho, S.Si., menyampaikan terima kasih atas kehadiran para guru IPA. Ia berharap kegiatan berbagi keilmuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan diterapkan dalam pembelajaran di sekolah masing-masing.

Menghidupkan Sains melalui Fenomena dan Kearifan Lokal

Pada workshop pertama, materi literasi sains disampaikan oleh Achsin Bawono, S.Si. Peserta diajak memahami bahwa nilai IPA yang tinggi belum tentu mencerminkan kemampuan literasi sains yang baik. Peserta didik perlu dilatih menggunakan pengetahuan sains untuk menjelaskan fenomena, menyelidiki persoalan secara ilmiah, serta menafsirkan data dan bukti untuk menarik kesimpulan.

Literasi sains juga mendorong peserta didik menggunakan bukti dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, guru perlu membangun pengalaman belajar yang melatih proses berpikir, bukan sekadar memberikan jawaban atau meminta peserta didik menghafal konsep.

Materi etnosains yang disampaikan oleh Erlin Kemalasari, S.Si. mengajak guru menghubungkan kearifan lokal dengan konsep ilmiah. Salah satu contohnya adalah fermentasi dalam pembuatan tempe yang dapat digunakan untuk mempelajari mikroorganisme dan kandungan gizi. Dalam konteks Madura, praktik budaya dan tradisi setempat juga berpotensi menjadi sumber belajar IPA yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

Penerapan etnosains tidak harus dilakukan melalui kunjungan lapangan atau kegiatan berbiaya besar. Guru dapat memanfaatkan video, foto, maupun benda nyata untuk menghubungkan pengetahuan lokal dengan konsep sains.

Sementara itu, Yeni Andri W., S.T. menyampaikan materi kajian interdisipliner, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan dua atau lebih disiplin ilmu untuk memahami suatu fenomena secara menyeluruh. Pembelajaran dapat dirancang melalui tahapan mengamati fenomena, merumuskan pertanyaan, mengumpulkan data, menganalisis bukti, menghubungkan konsep, dan menarik kesimpulan.

Ketiga materi tersebut saling melengkapi: literasi sains menguatkan kemampuan berpikir dan menggunakan bukti, etnosains menghadirkan konteks budaya lokal, sedangkan kajian interdisipliner membantu peserta didik memahami persoalan dari berbagai sudut pandang.

Mengembangkan Kreativitas melalui STEAM dan PjBL

Workshop lanjutan pada 22 Oktober 2026 menghadirkan materi STEAM yang disampaikan oleh Munhidhotul Ummah, S.Si. STEAM mengintegrasikan lima bidang, yaitu Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics.

Pendekatan ini mendorong kreativitas, inovasi, kolaborasi, pemanfaatan teknologi, dan penyelesaian masalah dunia nyata. Guru dapat mengembangkan proyek sederhana sesuai dengan kondisi sekolah, seperti membuat jembatan dari stik es krim, merancang alat penyaring air kotor, atau mengembangkan produk jamu tradisional yang sehat dan kreatif.

Dalam penerapannya, pembelajaran perlu dirancang agar mudah dilaksanakan, memanfaatkan sumber daya lokal, menggembirakan, membangun kesadaran, dan bermakna bagi peserta didik.

Selanjutnya, Dian Ekowati Jayasastri, S.Pd., menyampaikan materi Project Based Learning (PjBL). Model ini menempatkan peserta didik sebagai pelaku utama pembelajaran melalui penyelidikan mendalam terhadap permasalahan autentik hingga menghasilkan karya atau solusi nyata.

Tahapan PjBL mencakup penentuan pertanyaan mendasar, perencanaan proyek, penyusunan jadwal, pemantauan pelaksanaan, evaluasi hasil, serta refleksi dan umpan balik.

Salah satu contoh yang dibahas adalah pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pembuatan sabun. Selain itu, sampah daun kering di lingkungan sekolah dapat dijadikan proyek pengolahan kompos yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah.

Melalui proyek, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga berlatih bekerja sama, melakukan penyelidikan, menyelesaikan masalah, dan bertanggung jawab terhadap proses serta hasil karyanya.

ESD/SDGs: Mengarahkan Pembelajaran pada Keberlanjutan

Materi berikutnya disampaikan oleh Sayu Wiwit Annur, S.Pd., yang membahas ESD dan SDGs. Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan mendorong peserta didik memahami persoalan lingkungan, kesehatan, sosial, dan ekonomi serta mengembangkan tindakan yang mendukung kehidupan yang lebih baik.

Pembelajaran dapat dimulai dari masalah nyata yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Guru kemudian menghubungkan masalah tersebut dengan konsep IPA dan tujuan SDGs yang relevan, merancang aksi peserta didik, serta mengumpulkan bukti hasil kegiatan.

Salah satu contoh yang dibahas adalah pembelajaran sistem pencernaan melalui etnosains pengolahan bebek songkem Madura. Kearifan lokal tersebut dapat dijadikan konteks untuk menghubungkan budaya kuliner dengan konsep IPA mengenai makanan dan kesehatan.

Dengan demikian, pembelajaran IPA dapat mengintegrasikan pengetahuan ilmiah, budaya lokal, keterampilan pemecahan masalah, dan kepedulian terhadap keberlanjutan.

Diskusi Interaktif: Masalah di Sekolah sebagai Sumber Belajar

Kedua kegiatan workshop juga diwarnai diskusi mengenai tantangan yang dihadapi guru dalam pembelajaran. Peserta membahas cara membimbing peserta didik merancang percobaan sendiri, menjembatani kebiasaan menghafal dengan kemampuan menyelidiki, serta menyusun pertanyaan yang mendorong peserta didik berpikir lebih mendalam.

Kearifan lokal Madura, seperti penempaan celurit dan permainan layang-layang berekor, turut menjadi contoh untuk menghubungkan fenomena budaya dengan konsep sains.

Dalam workshop lanjutan, peserta mengangkat persoalan air kotor atau tidak jernih di sekitar sekolah sebagai peluang proyek STEAM. Peserta didik dapat menyelidiki kondisi air, merancang alat penyaring sederhana, menguji prototipe, menganalisis hasil, dan memperbaiki rancangan berdasarkan data.

Persoalan sampah daun kering juga dibahas sebagai peluang penerapan PjBL melalui pembuatan kompos. Diskusi ini menegaskan bahwa lingkungan sekolah bukan sekadar tempat berlangsungnya pembelajaran, tetapi juga sumber masalah autentik yang dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan berpikir dan kepedulian lingkungan.

Peserta turut membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam penyusunan laporan proyek. Penggunaan AI perlu dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan ketepatan informasi, kejelasan referensi, kesesuaian konsep, serta kemampuan peserta didik memahami dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya.

Kolaborasi untuk Pembelajaran IPA yang Lebih Bermakna

Rangkaian workshop MGMP IPA Kabupaten Sampang pada Oktober 2026 memperkuat pemahaman bahwa pembelajaran IPA dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan yang saling melengkapi. Literasi sains melatih peserta didik menggunakan pengetahuan dan bukti, etnosains menghubungkan sains dengan kearifan lokal, kajian interdisipliner mengintegrasikan berbagai bidang ilmu, STEAM mendorong kreativitas dan inovasi, PjBL mengembangkan kemampuan menyelesaikan masalah melalui proyek, sedangkan ESD/SDGs mengarahkan pembelajaran pada kepedulian dan keberlanjutan.

Penerapannya tidak harus selalu membutuhkan fasilitas canggih atau biaya besar. Guru dapat memulai dari persoalan sederhana di lingkungan sekitar, memilih konsep yang relevan, merancang kegiatan secara terarah, serta membimbing peserta didik melalui proses penyelidikan dan refleksi.

Melalui kegiatan ini, MGMP IPA Kabupaten Sampang berharap guru semakin termotivasi untuk mengembangkan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.

Sains hadir di sekitar kita. Tugas guru adalah membantu peserta didik menemukan, memahami, dan menggunakan sains untuk menjawab persoalan kehidupan nyata.



Administrasi Kegiatan MGMP dapat diunduh pada tautan tautan berikut :

SURAT UNDANGAN

DAFTAR HADIR MGMP

NOTULENSI KEGIATAN

FOTO KEGIATAN

SERTIFIKAT 

MATERI KEGIATAN

Jumat, 18 September 2026

MGMP IPA SEPTEMBER 2026

Mengakselerasi Pembelajaran IPA dengan AI: Catatan Pertemuan MGMP IPA SMP Kab. Sampang

​Pembelajaran Sains (IPA) di era digital menuntut kita sebagai pendidik untuk terus berinovasi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pada pertemuan rutin MGMP IPA SMP Kabupaten Sampang kali ini, para guru IPA se-Kabupaten Sampang kembali berkumpul di SMP Negeri 3 Sampang untuk belajar dan berbagi bersama mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam menyusun perangkat serta media pembelajaran.

​Suasana pertemuan berlangsung hangat, penuh antusiasme, dan kaya akan ilmu baru yang siap diimplementasikan di kelas masing-masing.

​Kehangatan Pembukaan dan Nilai Kebersamaan

​Kegiatan diawali dengan khidmat melalui pementasan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ibu Erlin Kemalasari.

​Dalam sambutannya, Ibu Ummi Nurhidayati selaku Waka SMPN 3 Sampang menyampaikan rasa bangga dan hangatnya ucapan selamat datang kepada seluruh peserta. Beliau menekankan pentingnya kegiatan MGMP yang fokus pada materi-materi praktis dan relevan, sehingga keterampilan yang didapat guru benar-benar bisa memberikan dampak positif dan bermakna bagi siswa di sekolah.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua MGMP IPA Kab. Sampang, Bapak Achsin Bawono Yudho, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesetiaan para guru untuk terus hadir menimba ilmu. Beliau berharap bahwa setiap langkah dan ilmu yang dipelajari bersama dalam wadah MGMP ini menjadi ilmu yang barokah serta mampu meningkatkan mutu pendidikan IPA di Kabupaten Sampang.

​Sesi Pelatihan: Menjinakkan AI untuk Efisiensi dan Kreativitas Guru

​Sesi inti pertemuan diisi dengan praktik langsung pemanfaatan berbagai platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dipandu oleh dua narasumber hebat:

​1. Menyusun LKPD Interaktif dan Visual bersama Bu Suzy Budianna

​Ibu Suzy Budianna membagikan trik praktis dalam membuat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Dengan memanfaatkan LKPD Generator, proses pembuatan draf soal dan petunjuk aktivitas menjadi jauh lebih cepat.

​Tak berhenti di situ, beliau juga mempraktikkan cara mengonversi teks instruksi menjadi ide visual menggunakan ChatGPT, lalu memoles dan mempercantiknya di Canva (Permanis gambar di Canva). Hasilnya? LKPD tidak hanya berbobot secara materi, tetapi juga memiliki tampilan visual yang menarik perhatian siswa!

​2. Merancang Modul Ajar Utuh via TemanAjar.com

​Masih bersama Bu Suzy, materi dilanjutkan dengan eksplorasi platform TemanAjar.com. Melalui platform ini, guru dibimbing menyusun Modul Ajar secara runtut dan terstruktur, mulai dari:

​Analisis Capaian Pembelajaran (CP)

​Perumusan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Tujuan Pembelajaran (TP)

​Perancangan Asesmen Pembelajaran

​Penyusunan Bahan Ajar & LKPD

​Hingga terciptanya satu paket Modul Ajar yang utuh.

​3. Mengubah Teks Materi Menjadi Infografis Cepat bersama Pak Achsin Bawono Yudho

​Pada sesi terakhir, Bapak Achsin Bawono Yudho membagikan strategi memanfaatkan NotebookLM dan AI generator seperti ChatGPT / Gemini untuk menyederhanakan materi IPA yang kompleks.

​Langkahnya sangat praktis:

​Ringkas materi IPA yang terkesan padat menggunakan ChatGPT atau Gemini.

​Masukkan (upload/paste) ringkasan materi tersebut ke dalam NotebookLM.

​Gunakan fitur pembuat Infografis / Slide di NotebookLM untuk mengubah teks tersebut menjadi sajian infografis atau draf slide presentasi yang siap pakai secara instan.

​Penutup dan Harapan

​Rangkaian acara yang padat dan penuh manfaat ini kemudian diakhiri dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak A. Mukhlis.

​Melalui pelatihan ini, diharapkan Bapak dan Ibu guru IPA SMP di Kabupaten Sampang dapat menghemat waktu dalam penyusunan administrasi pembelajaran, sehingga bisa lebih fokus pada proses pendampingan dan interaksi bermakna bersama para siswa di kelas.

​Sampai jumpa di pertemuan MGMP IPA berikutnya! Mari terus belajar, berbagi, dan menginspirasi!

​Salam Sains,

Pengurus MGMP IPA SMP Kabupaten Sampang


Administrasi Kegiatan MGMP dapat diunduh pada tautan tautan berikut :

SURAT UNDANGAN

DAFTAR HADIR MGMP

NOTULENSI KEGIATAN

FOTO KEGIATAN

SERTIFIKAT 

MATERI KEGIATAN


Kamis, 16 Juli 2026

MGMP IPA JULI PLUS PKM UNESA

MGMP IPA Kabupaten Sampang Gelar Pendampingan Inovasi Media Pembelajaran dan Sosialisasi Program S2 Pendidikan Sains

SAMPANG — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kabupaten Sampang menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Pendampingan Inovasi Media Pembelajaran IPA dan Sosialisasi Program S2 Pendidikan Sains" pada hari Kamis, 16 Juli 2026, bertempat di Aula SMP Negeri 1 Sampang. Kegiatan berlangsung dari pukul 07.00 hingga 13.30 WIB dan dihadiri oleh seluruh guru IPA se-Kabupaten Sampang, narasumber, serta tamu undangan.

Kegiatan Dibuka dengan Harapan Peningkatan Kualitas Pendidik

Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan rangkaian sambutan dari berbagai pihak. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Eko Hariyono, S.Pd., M.Pd. selaku Koordinator Program Studi S2 Pendidikan Sains menegaskan bahwa peningkatan kualifikasi dan profesionalitas guru IPA merupakan kebutuhan mendesak yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Melalui jenjang pendidikan lanjut serta penguatan inovasi pembelajaran di kelas, kualitas pendidikan sains di daerah diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

Sementara itu, Bapak Teguh Suparyanto, S.Pd., M.M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sampang menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif ini. Beliau berharap seluruh guru IPA dapat memanfaatkan momentum kegiatan untuk terus mengembangkan kompetensi diri, berani berinovasi, dan berkontribusi nyata demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Sampang.

Di kesempatan yang sama, Achsin Bawono Yudho, S.Si. selaku Ketua MGMP IPA Kabupaten Sampang mengucapkan terima kasih kepada narasumber dan seluruh peserta yang telah hadir. Beliau mengajak seluruh anggota MGMP untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dari awal hingga selesai, serta berpartisipasi aktif agar ilmu yang didapat dapat bermanfaat maksimal bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing.

Sosialisasi Program S2 Pendidikan Sains: Peluang Peningkatan Kualifikasi Guru

Pada sesi sosialisasi, Prof. Dr. Eko Hariyono, S.Pd., M.Pd. memaparkan secara rinci mengenai Program Studi S2 Pendidikan Sains, mulai dari profil program, visi misi, hingga struktur kurikulum yang dipelajari. Salah satu keunggulan yang ditonjolkan adalah fleksibilitas sistem perkuliahan yang dirancang khusus agar dapat diikuti oleh guru yang masih aktif bertugas, sehingga tidak mengganggu jam pembelajaran di sekolah.

Program ini tidak hanya menawarkan peningkatan gelar akademik, tetapi juga memperkuat kemampuan guru dalam merancang pembelajaran sains yang bermutu, menguasai strategi pembelajaran terkini, serta mampu melakukan penelitian pendidikan. Selain itu, disampaikan pula informasi lengkap mengenai syarat pendaftaran, tahapan seleksi, jadwal penerimaan mahasiswa baru, hingga peluang beasiswa yang dapat diakses oleh tenaga pendidik.

Pendampingan Inovasi Media Pembelajaran Berbasis STEM-ESD

Materi utama disampaikan oleh Dr. Laily Rosdiana, S.Pd., M.Pd. dengan judul: "Pendampingan Inovasi Media Pembelajaran IPA melalui Proyek Teknologi Sederhana Berbasis STEM-ESD pada MGMP Kabupaten Sampang".

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan secara mendalam mengenai konsep STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika) dan ESD (Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan), serta cara mengintegrasikan keduanya secara terpadu dalam pembelajaran IPA. Pendekatan ini bertujuan melatih siswa berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah nyata, sekaligus menanamkan kesadaran menjaga lingkungan hidup serta membentuk sikap bertanggung jawab terhadap masa depan bumi.

Peserta juga dibimbing untuk merancang media pembelajaran berbasis proyek teknologi sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar, terjangkau biayanya, serta ramah lingkungan. Diberikan pula berbagai contoh penerapan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti pembuatan alat peraga energi terbarukan, sistem pengolahan air sederhana, hingga alat ukur sederhana dari bahan bekas. Secara bertahap, peserta dibimbing menyusun rancangan proyek yang dapat langsung diimplementasikan di sekolah masing-masing.

Sesi Diskusi dan Penutupan Memperkuat Komitmen Bersama

Sesi tanya jawab berlangsung hangat dan interaktif. Peserta berkesempatan menanyakan berbagai hal, mulai dari kendala penerapan di sekolah, solusi praktis mengatasi keterbatasan alat dan bahan, hingga penjelasan lebih rinci mengenai mekanisme pendaftaran studi lanjut. Narasumber memberikan jawaban yang jelas dan solutif, sehingga peserta memperoleh gambaran nyata langkah yang dapat diambil selanjutnya.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa sebagai wujud rasa syukur atas kelancaran acara, dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh narasumber, tamu undangan, dan peserta. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar serta meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Diharapkan, ilmu dan motivasi yang diperoleh dapat segera diterapkan di sekolah masing-masing guna meningkatkan mutu pembelajaran IPA serta kualitas pendidikan di Kabupaten Sampang secara berkelanjutan.

Penulis: Notulis Kegiatan MGMP IPA Kabupaten Sampang

Sumber: Hasil notulensi kegiatan, 16 Juli 2026


Administrasi Kegiatan MGMP dapat diunduh pada tautan tautan berikut :

SURAT UNDANGAN

DAFTAR HADIR MGMP

NOTULENSI KEGIATAN

FOTO KEGIATAN

SERTIFIKAT

Kamis, 21 Mei 2026

MGMP IPA MEI 2026

SRESEH – Menjelang penghujung semester genap, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP Kabupaten Sampang sukses menggelar pertemuan rutin terakhir untuk semester ini. Bertempat di SMPN 1 Sreseh pada Kamis, 21 Mei 2026, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para guru IPA di Kabupaten Sampang untuk meng-upgrade kompetensi melalui dua agenda besar: Bimtek Kepenulisan Buku Antologi dan Berbagi Praktik Baik (Best Practice).



Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMPN 1 Sreseh, Bapak Sukamto, S.Pd., MM. Beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi MGMP IPA dalam menggelar program-program yang berfokus pada peningkatan kompetensi guru.

"Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi ajang berbagi dan menginspirasi semua guru, sehingga ilmu yang didapat bisa langsung diimplementasikan dalam tugas keguruan di sekolah masing-masing," tutur Bapak Sukamto.

Ketua MGMP IPA Kab. Sampang juga menambahkan bahwa fokus kegiatan kali ini sengaja diarahkan pada produk nyata berupa buku antologi bersama serta mengadopsi inovasi pembelajaran dari guru berprestasi.

1. Bimtek Buku Antologi: "Jejak Pengabdian di Ruang Kelas"

Dipandu oleh narasumber hebat, Ibu Denok Setyowati, S.Pd., M.Pd., sesi ini membakar semangat para guru untuk mulai menulis. Ibu Denok menekankan bahwa menulis bukanlah sekadar aktivitas akademik, melainkan media refleksi dan dokumentasi pengalaman berharga seorang guru.

Poin Penting Menulis:

  • Menulis dimulai dari ide sederhana.

  • Jangan tunggu sempurna, tulis saja dulu pada draft pertama.

  • Konsistensi jauh lebih penting daripada menunggu inspirasi datang.

Tema & Ketentuan Penulisan

Dalam Bimtek ini, MGMP IPA Kab. Sampang sepakat akan menerbitkan buku antologi bersama dengan tema besar “Jejak Pengabdian di Ruang Kelas”. Para guru dapat memilih beberapa subtema menarik, seperti kisah inspiratif bersama murid, inovasi pembelajaran, tantangan dunia pendidikan, hingga refleksi emosional guru.

Untuk menyamakan persepsi, berikut adalah ketentuan teknis naskah yang disepakati:

  • Jenis Tulisan: Esai Reflektif Naratif (Populer)

  • Panjang Tulisan: 1000–1500 kata

  • Format: Font Bookman Old Style 12, Spasi 1.5, Ukuran Kertas UNESCO (155 x 230 mm), Margin Normal.

  • Sifat: Orisinal (bukan plagiasi) dan komunikatif.

Tindak Lanjut: Proses pembimbingan akan dilanjutkan secara intensif melalui grup WhatsApp, dengan target pengumpulan naskah dicicil setiap hari Sabtu dalam satu pekan.

2. Berbagi Praktik Baik: Siswa Jadi Content Creator Pendidikan

Sesi kedua tidak kalah seru dengan hadirnya Bapak Budi Astomo, S.Pd. (Juara 2 Lomba Inovasi Guru Kab. Sampang) sebagai narasumber. Beliau membagikan inovasi pembelajaran yang sangat relevan dengan Gen-Z, yaitu menyulap siswa menjadi content creator pendidikan.

Bapak Budi menjelaskan bahwa daripada menjauhkan siswa dari media digital, guru justru bisa mengarahkannya untuk membuat konten edukasi (seperti video penjelasan, podcast, atau video ala TikTok/Reels).

4 Tahapan Pelaksanaan di Kelas:

  1. Tahap Memantik: Guru memutarkan video edukasi singkat dari media sosial sebagai apersepsi dan menantang siswa, "Hari ini kalian bukan hanya belajar materi, tetapi menjadi guru kecil dan content creator."

  2. Tahap Eksplorasi: Siswa berdiskusi kelompok untuk mendalami materi. “Seseorang akan lebih memahami ketika mampu menjelaskan kembali kepada orang lain,” jelas Pak Budi.

  3. Tahap Produksi: Siswa menyusun naskah, berlatih public speaking, mengambil video, hingga editing sederhana menggunakan aplikasi di smartphone.

  4. Tahap Publikasi: Hasil karya ditayangkan di kelas dan diunggah di media sekolah/kanal pembelajaran.

Dampak Nyata pada Siswa

Praktik baik ini terbukti memberikan dampak yang luar biasa di kelas, di antaranya:

  • Peningkatan Pemahaman: Siswa lebih mudah mengingat konsep karena belajar dengan metode learning by doing (memahami --> menyusun --> menjelaskan -->  merekam).

  • Melejitnya Keberanian Public Speaking: Siswa yang awalnya pemalu dan takut salah, kini lebih berani berbicara runtut dan percaya diri di depan kamera.

  • Penguatan Soft Skills: Mengasah kerja sama tim, kreativitas, literasi digital, dan kemampuan problem solving.

Penutup dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan yang berlangsung produktif ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Budi Astomo, S.Pd. Melalui pertemuan ini, MGMP IPA Kabupaten Sampang berkomitmen untuk mengintegrasikan proyek content creator ini di berbagai sekolah dan mengagendakan pameran festival karya video pembelajaran siswa di masa mendatang.

Sampai jumpa di kegiatan MGMP IPA berikutnya! Tetap semangat bergerak, berbagi, dan menginspirasi!

Administrasi Kegiatan MGMP dapat diunduh pada tautan tautan berikut :

SURAT UNDANGAN

DAFTAR HADIR MGMP

NOTULENSI KEGIATAN

FOTO KEGIATAN

SERTIFIKAT 

AKUN TIKTOK

HASIL MGMP MEI

Jumat, 17 April 2026

MGMP IPA APRIL 2026

Transformasi Kelas IPA: Dari Animasi AI hingga Kolaborasi Public Speaking


Pertemuan rutin MGMP IPA yang dilaksanakan pada hari Kamis, 16 April 2026 di SMPS Nazhatut Thulab berlangsung dengan penuh semangat inovasi
. Tidak sekadar kumpul rutin, pertemuan kali ini menjadi wadah "upgrade" skill digital dan berbagi strategi mengajar yang segar.

Penasaran apa saja keseruannya? Yuk, kita simak rangkumannya!

1. Guru IPA Jadi "Animator": Menyulap Materi dengan AI

Salah satu sorotan utama adalah sesi pelatihan pembuatan video animasi yang dibawakan oleh Ibu Risqi Fajriana. Di era digital ini, kita ditantang untuk menyajikan materi abstrak menjadi lebih visual dan menyenangkan bagi siswa.

Beliau membedah langkah demi langkah penggunaan teknologi masa depan:

  • Penyusunan Prompt yang Cerdas: Guru belajar membuat instruksi teks yang spesifik dan kontekstual untuk memvisualisasikan konsep IPA.

  • Visualisasi dengan Gemini Pro: Mengubah teks menjadi gambar ilustratif (karakter dan latar) yang sesuai dengan kebutuhan materi.

  • Hidupkan Gambar dengan Google Flow: Gambar-gambar tersebut kemudian dirangkai menjadi video animasi lengkap dengan transisi, teks penjelasan, hingga narasi suara (voice over).

Hasilnya? Video pembelajaran yang tidak hanya interaktif, tapi juga efektif meningkatkan minat belajar dan mendukung pembelajaran berdiferensiasi.

2. Bukan Sekadar Teori: Melatih Kepercayaan Diri Lewat Kolaborasi

Selain teknologi, Bapak Kusyairi membagikan "Best Practice" tentang pentingnya kolaborasi lintas mata pelajaran. Beliau menekankan bahwa guru IPA tidak harus berjuang sendirian untuk meningkatkan keterampilan siswa.

Melalui proyek presentasi ilmiah sederhana, terjadi kolaborasi apik antara IPA dan Bahasa Indonesia:

  • Guru IPA fokus membimbing penguasaan konten dan isi materi ilmiah.

  • Guru Bahasa Indonesia mengasah teknik bicara dan penyusunan bahasa siswa.

Strategi ini terbukti ampuh membuat siswa lebih berani berbicara di depan umum dan mampu menyampaikan hasil eksperimen dengan bahasa yang komunikatif. Sebuah langkah nyata untuk membangun keterampilan Abad 21 pada siswa kita!.

Semangat Berbagi, Semangat Menginspirasi

Kegiatan yang dibuka oleh Ketua Yayasan SMPS Nazhatut Thulab ini memberikan pesan kuat: jadikan MGMP sebagai sarana berbagi praktik baik. Terutama bagi rekan-rekan guru dari sekolah swasta, kehadiran aktif Anda sangat diharapkan untuk kemajuan bersama.

Mari kita implementasikan ilmu baru ini di sekolah masing-masing agar pembelajaran IPA semakin bermakna dan kontekstual.

Sampai jumpa di pertemuan MGMP berikutnya! Salam Literasi Sains!

Administrasi Kegiatan MGMP dapat diunduh pada tautan tautan berikut :

SURAT UNDANGAN

DAFTAR HADIR MGMP

NOTULENSI KEGIATAN

FOTO KEGIATAN

SERTIFIKAT PB

AKUN TIKTOK


Kamis, 05 Februari 2026

MGMP IPA FEBRUARI 2026

 

NOTULEN KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS (BIMTEK)

Hari/Tanggal              : Kamis, 5 Februari 2026
Waktu                          : 08.00 WIB – selesai
Tempat                       : SMPN 3 Sampang
Kegiatan                    :

Bimbingan Teknis Pengembangan Project dan Teknologi Sederhana Berbasis STEAM–ESD dalam Pembelajaran IPA SMP

A. Penyelenggara

MGMP IPA Kabupaten Sampang bekerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya

B. Peserta

Guru IPA SMP se-Kabupaten Sampang

C. Pihak yang Hadir

  1. Ketua Program Studi S2 Pendidikan Sains
    Prof. Dr. Eko Hariyono, S.Pd., M.Pd.
  2. Pengurus MGMP IPA Kabupaten Sampang
  3. Guru IPA SMP se Kabupaten Sampang

 

D. Rangkaian Kegiatan

  1. Pembukaan
    • Acara dibuka oleh MC dengan salam dan penghormatan kepada seluruh tamu undangan.
  2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
    • Seluruh peserta dan tamu undangan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmat.

3.     Sambutan Ketua MGMP IPA Kabupaten Sampang

o   Disampaikan oleh Achsin Bawono Yudho, S.Si.

o   Menyampaikan rasa terima kasih atas antusias guru IPA di Kabupaten Sampang dalam mengikuti kegiatan BIMTEK, dan kepada pihak UNESA yang berkomitmen untuk terus mendampingi guru-guru IPA di Sampang dalam meningkatkan kompetensinya.

4.     Sambutan Ketua Program Studi S2 Pendidikan Sains

    • Disampaikan oleh Prof. Dr. Eko Hariyono, S.Pd., M.Pd.
    • Menyampaikan apresiasi atas antusias guru IPA di Kabupaten Sampang dan berkomitmen untuk terus memfasilitasi guru-guru IPA yang ingin meningkatkan kompetensinya terutama dalam menempuh pendidikan Magister di Pendidikan Sains UNESA.
  1. Praktik Baik

a.   Integrasi STEAM-ESD pada PJBL Hukum III Newton

o    Disampaikan IStiqomah Amalia, M.Pd

Hukum Newton III (Aksi–Reaksi)

Hukum Newton III menyatakan bahwa:

Setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang besarnya sama, segaris, tetapi berlawanan arah.

Artinya, ketika suatu benda memberikan gaya pada benda lain (aksi), benda kedua akan memberikan gaya balik yang sama besar namun berlawanan arah (reaksi). Kedua gaya ini tidak saling meniadakan karena bekerja pada dua benda yang berbeda.

Contoh Hukum Newton III dalam Kehidupan Sehari-hari

·         Saat berjalan, kaki mendorong tanah ke belakang (aksi), tanah mendorong kaki ke depan (reaksi).

·         Roket melontarkan gas ke bawah (aksi), gas mendorong roket ke atas (reaksi).

·         Pompa hidrolik atau alat pertanian, tekanan yang diberikan menghasilkan gaya balik yang sama besar pada sistem.

 

Penerapan PJBL pada Hukum Newton III

Dalam Project Based Learning, siswa mempelajari Hukum Newton III melalui proyek nyata yang menuntut keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

Fokus PJBL:

·         Mengamati fenomena aksi–reaksi

·         Mendesain dan membuat produk

·         Menguji konsep melalui eksperimen

Contoh Proyek PJBL

·         Membuat model roket balon

·         Merancang alat semprot air / pompa sederhana

·         Membuat mobil balon berbasis gaya dorong

Melalui proyek tersebut, siswa dapat membuktikan bahwa besar gaya aksi selalu sama dengan gaya reaksi, meskipun arah dan benda yang terlibat berbeda.

Kesimpulan

Hukum Newton III menjelaskan hubungan gaya antara dua benda yang saling berinteraksi. Melalui pendekatan PJBL, siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan, menganalisis, dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata.

b.      Integrasi STEAM-ESD pada PJBL Alat Penyaringan Air

o   Disampaikan Badrut Tamam, S.Pd

Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia. Namun, tidak semua sumber air dapat langsung digunakan karena mengandung kotoran, lumpur, atau zat pencemar. Oleh karena itu, diperlukan proses penyaringan air untuk meningkatkan kualitas air agar lebih layak digunakan.
Melalui pendekatan Project Based Learning (PJBL), siswa diajak untuk memahami konsep penyaringan air sekaligus menerapkannya dalam bentuk proyek nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pengertian Penyaringan Air

Penyaringan air (filtrasi) adalah proses pemisahan zat padat atau kotoran dari air dengan menggunakan media penyaring tertentu. Media penyaring bekerja dengan cara menahan partikel kotoran sementara air dapat melewatinya.

Prinsip Ilmiah Penyaringan Air

Penyaringan air memanfaatkan beberapa prinsip IPA, antara lain:

1.              Filtrasi → pemisahan partikel padat dari cairan

2.              Gravitasi → air mengalir dari tempat tinggi ke rendah

3.              Ukuran partikel → media dengan pori berbeda menyaring kotoran bertahap

4.              Adsorpsi → arang menyerap bau dan warna pada air

Media Penyaring Air

Media yang umum digunakan dalam penyaringan air sederhana:

·                 Kerikil → menahan kotoran berukuran besar

·                 Pasir → menyaring partikel halus

·                 Arang → menghilangkan bau dan warna

·                 Kapas / kain → penyaringan akhir agar air lebih jernih

PJBL dalam Proyek Penyaringan Air

Dalam model PJBL, siswa bekerja secara berkelompok untuk:

·                 Mengidentifikasi masalah air kotor

·                 Merancang alat penyaring air sederhana

·                 Membuat dan menguji alat

·                 Menganalisis hasil penyaringan

·                 Mempresentasikan hasil proyek

Contoh Proyek

Judul Proyek:
Membuat Alat Penyaring Air Sederhana dari Bahan Sehari-hari

Tujuan Proyek:

·                 Mengetahui proses penyaringan air

·                 Membuktikan fungsi berbagai media penyaring

·                 Melatih keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah

Bahan:
Botol bekas, kerikil, pasir, arang, kapas, air kotor

Manfaat Pembelajaran PJBL

Melalui proyek penyaringan air, siswa dapat:

·                 Memahami konsep IPA secara nyata

·                 Melatih keterampilan berpikir kritis dan kreatif

·                 Menumbuhkan sikap peduli lingkungan

·                 Mengembangkan kerja sama dan komunikasi

Kesimpulan

Penyaringan air merupakan penerapan konsep IPA yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan Project Based Learning, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mampu menerapkan ilmu untuk menyelesaikan permasalahan nyata di lingkungan sekitar.

c.   Integrasi STEAM-ESD pada PJBL Hukum Pascal

o   Disampaikan Denok Setyowati, S.Pd., M.Pd

Pompa Hidrolik Alat Pertanian (Hukum Pascal)

Hukum Pascal menyatakan bahwa:

Tekanan yang diberikan pada fluida dalam ruang tertutup akan diteruskan sama besar ke segala arah.

Prinsip ini dimanfaatkan pada pompa hidrolik, yaitu alat yang dapat memperbesar gaya sehingga pekerjaan berat menjadi lebih ringan.

Prinsip Kerja Pompa Hidrolik

Pompa hidrolik bekerja menggunakan zat cair (misalnya air atau oli) yang berada dalam sistem tertutup. Ketika gaya diberikan pada piston kecil, tekanan tersebut diteruskan ke piston besar, sehingga menghasilkan gaya yang lebih besar.

Secara sederhana:

·     Tekanan (P) = Gaya (F) / Luas penampang (A)

·     Jika luas piston besar lebih besar, maka gaya yang dihasilkan juga lebih besar

Penerapan pada Alat Pertanian

Dalam bidang pertanian, prinsip Hukum Pascal diterapkan pada:

·     Dongkrak hidrolik untuk mengangkat alat berat

·     Pompa hidrolik pengangkat bajak

·     Sistem hidrolik traktor

·     Alat pengangkat hasil panen

Pompa hidrolik membantu petani bekerja lebih efisien dan menghemat tenaga.

PJBL pada Pompa Hidrolik

Melalui Project Based Learning, siswa belajar dengan membuat dan menguji model pompa hidrolik sederhana dari bahan yang mudah ditemukan.

Fokus kegiatan PJBL:

·     Mengamati prinsip tekanan pada fluida

·     Merancang alat pompa hidrolik

·     Membuat model dan mengujinya

·     Menganalisis hubungan gaya dan luas penampang

Contoh Proyek

Judul Proyek:
Membuat Pompa Hidrolik Sederhana untuk Alat Pertanian

Tujuan Proyek:

·     Membuktikan kebenaran Hukum Pascal

·     Menjelaskan cara kerja pompa hidrolik

·     Menunjukkan manfaatnya bagi alat pertanian

Kesimpulan

Hukum Pascal menjelaskan bahwa tekanan pada zat cair dapat memperbesar gaya. Melalui pendekatan PJBL, siswa dapat memahami konsep pompa hidrolik secara nyata sekaligus mengaitkannya dengan pemanfaatan teknologi sederhana dalam bidang pertanian.

  1. Penyusunan Program kerja semester gasal tahun ajaran 2025/2026
    • Difasilitasi oleh tim pengurus
    • Merencanakan jadwal kegiatan
    • Merencanakan lomba –lomba untuk siswa
    • Merencanakan pembuatan bulletin MGMP
    • Merencanakan membuat Buku kumpulan praktik baik

F. Penutup

Doa dipimpin Bapak Badrut Tamam, S.Pd

o       Kegiatan Bimbingan Teknis berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme peserta.


Administrasi Kegiatan MGMP dapat diunduh pada tautan tautan berikut :

SURAT UNDANGAN

DAFTAR HADIR MGMP

NOTULENSI KEGIATAN

FOTO KEGIATAN

SERTIFIKAT PB

MATERI PB BU LIA

MATERI PB PAK BADRUT

AKUN TIKTOK

MGMP IPA PLUS OKTOBER 2026

MGMP IPA Kabupaten Sampang Gelar Workshop Pembelajaran IPA Inovatif Berbasis Literasi Sains, Etnosains, STEAM, PjBL, dan ESD/SDGs SAMPANG —...