NOTULEN
KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS (BIMTEK)
Hari/Tanggal : Kamis, 5 Februari 2026
Waktu : 08.00 WIB – selesai
Tempat : SMPN
3 Sampang
Kegiatan :
Bimbingan
Teknis Pengembangan Project dan Teknologi Sederhana Berbasis STEAM–ESD dalam
Pembelajaran IPA SMP
A.
Penyelenggara
MGMP
IPA Kabupaten Sampang bekerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya
B.
Peserta
Guru IPA SMP se-Kabupaten Sampang
C.
Pihak yang Hadir
- Ketua Program Studi S2 Pendidikan Sains
Prof. Dr. Eko Hariyono, S.Pd., M.Pd. - Pengurus MGMP IPA Kabupaten Sampang
- Guru IPA SMP se Kabupaten Sampang
D.
Rangkaian Kegiatan
- Pembukaan
- Acara dibuka oleh MC dengan salam dan penghormatan
kepada seluruh tamu undangan.
- Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
- Seluruh peserta dan tamu undangan menyanyikan Lagu
Kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmat.
3. Sambutan
Ketua MGMP IPA Kabupaten Sampang
o
Disampaikan oleh Achsin Bawono
Yudho, S.Si.
o
Menyampaikan rasa terima kasih atas
antusias guru IPA di Kabupaten Sampang dalam mengikuti kegiatan BIMTEK, dan
kepada pihak UNESA yang berkomitmen untuk terus mendampingi guru-guru IPA di
Sampang dalam meningkatkan kompetensinya.
4.
Sambutan Ketua
Program Studi S2 Pendidikan Sains
- Disampaikan oleh Prof. Dr. Eko Hariyono, S.Pd.,
M.Pd.
- Menyampaikan apresiasi atas antusias
guru IPA di Kabupaten Sampang dan berkomitmen untuk terus memfasilitasi
guru-guru IPA yang ingin meningkatkan kompetensinya terutama dalam
menempuh pendidikan Magister di Pendidikan Sains UNESA.
- Praktik Baik
a. Integrasi
STEAM-ESD pada PJBL Hukum III Newton
o
Disampaikan IStiqomah Amalia, M.Pd
Hukum
Newton III (Aksi–Reaksi)
Hukum Newton III menyatakan bahwa:
Setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang besarnya sama,
segaris, tetapi berlawanan arah.
Artinya, ketika suatu benda memberikan gaya pada benda lain
(aksi), benda kedua akan memberikan gaya balik yang sama besar namun berlawanan
arah (reaksi). Kedua gaya ini tidak
saling meniadakan karena bekerja pada dua benda yang berbeda.
Contoh
Hukum Newton III dalam Kehidupan Sehari-hari
·
Saat berjalan, kaki mendorong tanah ke belakang (aksi), tanah mendorong
kaki ke depan (reaksi).
·
Roket melontarkan gas ke bawah (aksi), gas mendorong roket ke
atas (reaksi).
·
Pompa
hidrolik atau alat pertanian, tekanan
yang diberikan menghasilkan gaya balik yang sama besar pada sistem.
Penerapan
PJBL pada Hukum Newton III
Dalam Project Based
Learning, siswa mempelajari Hukum Newton III melalui proyek nyata yang menuntut
keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
Fokus PJBL:
·
Mengamati fenomena aksi–reaksi
·
Mendesain dan membuat produk
·
Menguji konsep melalui eksperimen
Contoh
Proyek PJBL
·
Membuat model roket balon
·
Merancang alat semprot air / pompa sederhana
·
Membuat mobil balon berbasis gaya dorong
Melalui proyek tersebut, siswa dapat membuktikan bahwa besar gaya aksi selalu sama dengan gaya
reaksi, meskipun arah dan benda yang terlibat berbeda.
Kesimpulan
Hukum Newton III menjelaskan hubungan gaya antara dua benda
yang saling berinteraksi. Melalui pendekatan PJBL, siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi
juga mampu menerapkan, menganalisis,
dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata.
b.
Integrasi STEAM-ESD pada PJBL Alat Penyaringan Air
o
Disampaikan Badrut Tamam, S.Pd
Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia. Namun, tidak
semua sumber air dapat langsung digunakan karena mengandung kotoran, lumpur,
atau zat pencemar. Oleh karena itu, diperlukan proses penyaringan air untuk meningkatkan kualitas air agar lebih layak
digunakan.
Melalui pendekatan Project Based
Learning (PJBL), siswa diajak untuk memahami konsep penyaringan air
sekaligus menerapkannya dalam bentuk proyek nyata yang dekat dengan kehidupan
sehari-hari.
Pengertian
Penyaringan Air
Penyaringan air (filtrasi) adalah proses pemisahan zat padat atau kotoran dari air
dengan menggunakan media penyaring tertentu. Media penyaring bekerja dengan
cara menahan partikel kotoran sementara air dapat melewatinya.
Prinsip Ilmiah Penyaringan Air
Penyaringan air memanfaatkan beberapa prinsip IPA, antara
lain:
1.
Filtrasi → pemisahan partikel padat dari cairan
2.
Gravitasi → air mengalir dari tempat tinggi ke rendah
3.
Ukuran
partikel → media dengan pori berbeda
menyaring kotoran bertahap
4.
Adsorpsi → arang menyerap bau dan warna pada air
Media
Penyaring Air
Media yang umum digunakan dalam penyaringan air sederhana:
·
Kerikil → menahan kotoran berukuran besar
·
Pasir → menyaring partikel halus
·
Arang → menghilangkan bau dan warna
·
Kapas /
kain → penyaringan akhir agar air lebih
jernih
PJBL dalam
Proyek Penyaringan Air
Dalam model PJBL, siswa bekerja secara berkelompok untuk:
·
Mengidentifikasi masalah air kotor
·
Merancang alat penyaring air
sederhana
·
Membuat dan menguji alat
·
Menganalisis hasil penyaringan
·
Mempresentasikan hasil proyek
Contoh
Proyek
Judul Proyek:
Membuat Alat Penyaring Air Sederhana dari Bahan Sehari-hari
Tujuan Proyek:
·
Mengetahui proses penyaringan air
·
Membuktikan fungsi berbagai media
penyaring
·
Melatih keterampilan kolaborasi dan
pemecahan masalah
Bahan:
Botol bekas, kerikil, pasir, arang, kapas, air kotor
Manfaat
Pembelajaran PJBL
Melalui proyek penyaringan air, siswa dapat:
·
Memahami konsep IPA secara nyata
·
Melatih keterampilan berpikir kritis
dan kreatif
·
Menumbuhkan sikap peduli lingkungan
·
Mengembangkan kerja sama dan
komunikasi
Kesimpulan
Penyaringan air merupakan penerapan konsep IPA yang sangat
dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan Project Based Learning, siswa tidak hanya mempelajari teori,
tetapi juga mampu menerapkan ilmu untuk menyelesaikan permasalahan nyata di
lingkungan sekitar.
c.
Integrasi STEAM-ESD pada PJBL Hukum Pascal
o
Disampaikan Denok Setyowati, S.Pd., M.Pd
Pompa
Hidrolik Alat Pertanian (Hukum Pascal)
Hukum Pascal menyatakan bahwa:
Tekanan yang diberikan pada fluida dalam ruang tertutup akan
diteruskan sama besar ke segala arah.
Prinsip ini dimanfaatkan pada pompa hidrolik, yaitu alat yang dapat memperbesar gaya sehingga
pekerjaan berat menjadi lebih ringan.
Prinsip
Kerja Pompa Hidrolik
Pompa hidrolik bekerja menggunakan zat cair (misalnya air atau oli) yang berada dalam sistem tertutup.
Ketika gaya diberikan pada piston kecil,
tekanan tersebut diteruskan ke piston
besar, sehingga menghasilkan gaya yang lebih besar.
Secara sederhana:
·
Tekanan (P) = Gaya (F) / Luas
penampang (A)
·
Jika luas piston besar lebih besar,
maka gaya yang dihasilkan juga lebih besar
Penerapan
pada Alat Pertanian
Dalam bidang pertanian, prinsip Hukum Pascal diterapkan
pada:
·
Dongkrak
hidrolik untuk mengangkat alat berat
·
Pompa
hidrolik pengangkat bajak
·
Sistem
hidrolik traktor
·
Alat
pengangkat hasil panen
Pompa hidrolik membantu petani bekerja lebih efisien dan
menghemat tenaga.
PJBL pada
Pompa Hidrolik
Melalui Project
Based Learning, siswa belajar dengan membuat dan menguji model pompa hidrolik sederhana dari
bahan yang mudah ditemukan.
Fokus kegiatan PJBL:
·
Mengamati prinsip tekanan pada
fluida
·
Merancang alat pompa hidrolik
·
Membuat model dan mengujinya
·
Menganalisis hubungan gaya dan luas
penampang
Contoh
Proyek
Judul Proyek:
Membuat Pompa Hidrolik Sederhana untuk Alat Pertanian
Tujuan Proyek:
·
Membuktikan kebenaran Hukum Pascal
·
Menjelaskan cara kerja pompa
hidrolik
·
Menunjukkan manfaatnya bagi alat
pertanian
Kesimpulan
Hukum Pascal menjelaskan bahwa tekanan pada zat cair dapat
memperbesar gaya. Melalui pendekatan PJBL,
siswa dapat memahami konsep pompa hidrolik secara nyata sekaligus mengaitkannya
dengan pemanfaatan teknologi sederhana
dalam bidang pertanian.
- Penyusunan Program kerja semester gasal tahun ajaran
2025/2026
- Difasilitasi oleh tim pengurus
- Merencanakan jadwal kegiatan
- Merencanakan lomba –lomba untuk siswa
- Merencanakan pembuatan bulletin MGMP
- Merencanakan membuat Buku kumpulan praktik baik
F. Penutup
Doa dipimpin Bapak Badrut Tamam, S.Pd
o
Kegiatan Bimbingan Teknis berjalan
dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme peserta.
Administrasi Kegiatan MGMP dapat diunduh pada tautan tautan berikut :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar